Preparing More; Puding, Colokan dan Mbak Bunga Citra Lestari

Saya sangat surprised ketika menemukan pudding kesukaan saya tersedia di warung kecil yang akhirnya saya temukan ketika berjalan keluar mencari angin di sesi-sesi pelatihan untuk krew baru kantor kami. Di kota lain. Di kota lain, untuk menemukan puding biasanya saya harus ke supermarket besar atau toko kue. Akan tetapi di kota kecil ini, puding bisa ditemukan di warung-warung kecil di banyak tempat.

Oke, saya tidak sedangbercerita tentang puding. Saya hanya mau bilang kalau saya sangat suka puding sehingga kalau suatu saat anda ingin memberi saya hadiah makanan berikan saja saya puding dengan aneka rasa. Yang ingin saya ceritakan adalah ketika saya nongrong di warung kecil sebesar lemari baju saya itu, yang memesan puding bukan hanya saya saja. Teman saya juga memesan makanan yang sama. Permasalahannya adalah, sendok yang tersedia untuk memakan puding itu cuma dua. Kedua-duanya terpakai oleh teman saya yang juga memesan puding dan teman saya yang satu lagi. Saya yang sudah tidak bisa menahan air liur saya terpaksa menahan dongkol karena tidak bias makan puding karena sendoknya tidak cukup.

Oke, itu terjadi di warung kecil yang pemiliknya mungkin tidak punya visi untuk membuat usahanya menjadi besar. Akan tetapi, saya juga menemukan hal sama dengan kasus yang berbeda di sebuah kafe yang memasang fotonya mbak Bunga Citra Lestari dan beberapa artis lain ketika berada di kafe itu. Maksudnya, pemilik kafe itu mau bilang kalau kafenya pernah didatangi artis-artis terkenal gitu. Dalam bahasa yang lebih singkat mereka mau bilang; kafe kita keren loh, artis aja pernah datang ke sini.

Di kafe itu kasusnya begini. Saya dan teman-teman saya sepakat mengerjakan deadline pekerjaan kantor di kafe karena sudah terlalu sumpek melihat suasana kantor yang begitu-begitu saja. Niat itu sedikit terhambat karena di kafe itu tidak tersedia colokan (apa ya, bahasa kerennya?) listrik yang cukup untuk tiga orang. Sebenarnya itu bisa disiasati dengan memakai kabel rol yang mempunyai banyak stekker. Tapi niat itu juga tidak bisa diwujudkan karena waiter maupun teknisinya bilang mereka tidak mempunyai persediaan itu. Mereka juga terkesan cuek dan tidak mencoba memberikan solusi. Atau paling tidak minta maaf atau berikanlah saya ini senyum lima jari biar saya nggak dongkol.

Dari dua kejadian di atas, saya mengambil kesipulan bahwa banyak orang yang tidak siap untuk menjadi besar. Mereka tidak punya visi untuk menjadi besar. Sang tukang warung mungkin tidak pernah membayangkan bahwa warungnya akan dikunjungi lebih dari dua orang. Oleh karena itu dia hanya menyiapkan dua sendok karena mungkin itulah jumlah maksimal warungnya pada saat yang bersamaan. Kalau dia punya visi untuk mempunyai warung yang besar dan ramai pengunjung, dia pasti akan menyiapkan sendok yang banyak untuk mengantisipasi pengunjung tersebut. Sementara si coffee shop yang memasang gambar mbak Bunga Citra Lestari dengan harapan agar coffee shopnya dianggap keren itu juga sama. Pengelolanya tidak punya visi untuk membuat coffee shopnya besar karena dia tidak siap untuk melayani kebutuhan pelanggan yang banyak dan bermacam-macam maunya. Itu baru kebutuhan yang simple dan sangat mudah terpikirkan oleh semua orang loh. Bagaimana kalau pelanggannya butuh sesuatu yang lebih complicated dan itu wajar? Rupanya ia hanya dimenangkan oleh lokasinya yang ada di dalam mal yang ramai pengunjung. Dan dia mendapat limpahan dari pengunjung mal itu.

Apapun pekerjaan dan usaha anda, sebaiknya sisipkan visi besar dalam pekerjaan dan usaha itu. Kemudian persiapkanlah kemungkinan-kemungkinan untuk visi tersebut. Kalau tidak, pelanggan yang anda harapkan tidak akan dating lagi ke tempat anda karena mereka terlanjur kecewa.

Advertisements

Jenis Bahan Tambang di Malang

MALANG – Wilayah Kabupaten Malang yang mencapai 4.778,37 kilometer persegi menyimpan potensi tambang yang begitu besar. Namun sayang besarnya potensi tambang itu belum digali secara maksimal.Data di Dinas Lingkungan Hidup, Energi, dan Sumberdaya Mineral (LH-ESDM) Pemkab Malang menyebutkan, di wilayah kabupaten banyak tambang golongan C. Tambang golongan ini di antaranya, pasir dan batu (sirtu), piropilit, batu gamping, bentonit, kaolin, toseki, andesit, kalsit, pasir kursa, tras, dan zeolit.
Barang-barang tambang tersebut tersebar di seluruh wilayah kabupaten. Dari bahan galian tersebut baru sebagian yang sudah ditambang sesuai izin yang masuk ke dinas LH-ESDM.
Dinas ini juga memprediksi, selain tambang golongan C, masih ada jenis tambang lainnya. Sayangnya dinas ini masih kesulitan anggaran melakukan identifikasi bahan galian yang terkandung di tanah kabupaten.
Pemkab hanya melakukan penggolongan bahan tambang setelah PP 27/1980 mengenai penggolongan tambang keluar. Hingga kini pemkab pun terus melakukan pendataan jenis tambang yang ada di wilayahnya. Pendataan itu misalnya soal pendataan bahan galian golongan A (strategis), B (vital), dan C (tambang yang tidak termasuk A dan B).
Dari penggolongan jenis bahan galian tersebut di kabupaten banyak dijumpai bahan galian dengan golongan C. “Bahan galian golongan C itu mudah diidentifikasi karena berada di antara gunung dan bukit,” terang Subandiyah, kepala Dinas LH-ESDM Kabupaten Malang kemarin.
Soal penggalian data tambang selain golongan C, Subandiyah mengaku masih ada potensi. Namun dinasnya belum bisa mengungkap karena terbentur anggaran penelitian.
Hingga kini, tambang yang sudah digali berada di kawasan pegunungan dan perbukitan. Di antaranya di kawasan Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Singosari, Wajak, Karangploso, Donomulyo, dan Kalipare. Selain sirtu di wilayah tersebut juga teridentifikasi berbagai bahan galian yang potensial menambah PAD (pendapatan asli daerah) kabupaten. Di antaranya, emas, bentonit, kaolin, dan lain-lain.
Namun hingga sekarang potensi tambang itu belum digali. Belum ada investor yang masuk untuk menambang bahan galian yang sudah teridentifikasi tersebut. “Kami memang masih belum bisa mengetahui jumlah kandungannya,” aku Subandiah.
Hingga September 2007 ini, dinas LH-ESDM mencatat ada 200 lokasi tambang yang memiliki izin. Sedangkan 49 lokasi lainnya mendapat pembinaan karena tidak memperhatikan dampak lingkungan. Bahkan di antaranya mendapat surat peringatan dan dihentikan aktivitasnya.
“Kalau masih mau menambang dengan benar, mereka tetap kami bina. Kalau tidak, kami menutup langsung tambang tersebut sesuai dengan peraturan pemerintah,” urai Sumbadiyah.

Pada 2007 ini saja, dinas ini telah menghentikan aktivitas penambangan di beberapa lokasi. Di antaranya, Kecamatan Karangploso ada tiga lokasi, Jabung (1 lokasi), dan Singosari (2 lokasi). Selain tidak berizin, mereka juga tidak memperhatikan dampak lingkungan dan cara menambang yang baik.

Seperti halnya di dua titik penambangan di Desa Toyomerto, Singosari. Para penambang tidak mengunakan sistem terasiring dan pengupasan. Di samping itu, pemilik tambang juga tidak memperhatikan keselamatan jiwa para pekerjanya. “Walau sudah ada izin tetapi tidak memperhitungkan keselamatan pekerja dan lingkungan, maka kami tutup pertambanganya,” aku Subandiah.

Dampak dari aksi penambangan liar tersebut di antaranya, longsor dan banjir. Seperti halnya aksi penambangan sirtu di Toyomerto. Mereka tidak mempertimbang

Geografis Malang

LETAK GEOGRAFIS

Terletak pada ketinggian antara 440 – 667 meter diatas permukaan air laut. 112,06° – 112,07° Bujur Timur dan 7,06° – 8,02° Lintang Selatan, dengan dikelilingi gunung-gunung :
Gunung Arjuno di sebelah Utara
Gunung Semeru di sebelah Timur
Gunung Kawi dan Panderman di sebelah Barat
Gunung Kelud di sebelah Selatan
IKLIM
Kondisi iklim Kota Malang selama tahun 2006 tercatat rata-rata suhu udara berkisar antara 22,2°C – 24,5°C. Sedangkan suhu maksimum mencapai 32,3°C dan suhu minimum 17,8°C . Rata kelembaban udara berkisar 74% – 82%. dengan kelembaban maksimum 97% dan minimum mencapai 37%. Seperti umumnya daerah lain di Indonesia, Kota Malang mengikuti perubahan putaran 2 iklim, musim hujan, dan musim kemarau. Dari hasil pengamatan Stasiun Klimatologi Karangploso Curah hujan yang relatif tinggi terjadi pada bulan Januari, Pebruari, Maret, April, dan Desember. Sedangkan pada bulan Juni, Agustus, dan Nopember curah hujan relatif rendah.
KEADAAN GEOLOGI
Keadaan tanah di wilayah Kota Malang antara lain :
Bagian selatan termasuk dataran tinggi yang cukup luas,cocok untuk industri .
Bagian utara termasuk dataran tinggi yang subur, cocok untuk pertanian
Bagian timur merupakan dataran tinggi dengan keadaan kurang kurang subur
Bagian barat merupakan dataran tinggi yangf amat luas menjadi daerah pendidikan
JENIS TANAH

Jenis tanah di wilayah Kota Malang ada 4 macam, antara lain :
Alluvial kelabu kehitaman dengan luas 6,930,267 Ha.
Mediteran coklat dengan luas 1.225.160 Ha.
Asosiasi latosol coklat kemerahan grey coklat dengan luas 1.942.160 Ha.
Asosiasi andosol coklat dan grey humus dengan luas 1.765,160 Ha
Struktur tanah pada umumnya relatif baik, akan tetapi yang perlu mendapatkan perhatian adalah penggunaan jenis tanah andosol yang memiliki sifat peka erosi. Jenis tanah andosol ini terdapat di Kecamatan lowokwaru dengan relatif kemiringan sekitar 15 %.

Info Geologi Kota Malang

sudah dua minggu ini saya rutin browsing di internet untuk mencari info tentang jenis tanah dan bebatuan dan kondisi geofrafis kota Malang. bukan karena saya sedang tertarik untuk belajar geografi atau sejenisnya. bukan pula karena saya punya niat untuk pindah jurusan (sebenarnya pingin, tapi rasanya sekarang sudah terlalu telat). saudara saya yang kuliah di Planologi ITN butuh banget informasi-informasi tadi buat bahan papernya. sejak awal masuk kuliah dia langsung disambut dengan berbagai macam tugas yang menumpuk. mulai dari tugas perpeloncoan yang aneh-aneh sampai yang akademis. kemarin saja, dia disuruh bawa cabai merah ukuran 10 cm dan 1 cm masing-masing 10 biji (mungkin kakak2 senior lagi pingin rujakan trus sambelnya kurang pedas), trus buat peta rute dari kampus ke rumah dosen (secara dia baru di Malang, nyasarnya kemana-mana). aku sih stuju saja dengan tugas-tugas itu. tujuannya kan supaya mahasiswa baru terbiasa dengan tugas-tugas perkuliahan. Lagian mereka jadi tahu wilayah kota Malang. Secara mahasiswa Planologi gitu kan. musti tahu lah kondisi tata kota Malang yang konon pada masa kolonial pernah diikutkan dalam kontes tata kota di Paris dan sekarang menjadi amburadul kayak gini. Malang Ijo Royo-royo jadi Ijo Ruko-ruko. Belum lagi jalan raya yang tidak bersahabat dengan pejalan kaki,kalau berjalan selalu was-was karena takut keserempet kendaraan bermotor yang makin padat memenuhi jalan di kotaku “Yang Malang”, secara jalan di Malang kebanyakan tidak punya trotoar. padahal sebagai daerah wisata, konsep jalan harus “love Pedestrian”.

Oke deh..kayaknya anak-anak Planologi musti berkunjung ke Bapak-bapak di Pemkot buat ngomongin tata kota malang. dan buat teman-teman maba Planologi ITN neh aq post info kota Malang. cuman dikit sih, tapi siapa tahu ngebantu.

Buah dari tugas